Terpaksa yang produktif

 

Setiap aktivitas kita pasti ada dorongan yang menggerakkannya. Termasuk melakukan aktivitas karena terpaksa. Lalu apakah selalu menjadi sesuatu yang negatif jika setiap yang kita lakukan dijalani dengan terpaksa?

Bisa jadi tidak. Contohnya adalah membangun habit (kebiasaan) baik. Habit atau kebiasaan baik tidak dibangun dalam waktu semalam. Tapi awalnya adalah dengan keterpaksaan. Contohnya adalah menulis. Orang yang baru mulai belajar menulis takkan langsung bisa menulis dengan lancar bahkan runut jika sejak awal ia tak memaksakan diri untuk mulai menulis. Tantangan bagi setiap pemula tentu dirinya sendiri. Ia harus melawan rasa malas dan menunda-nunda pekerjaannya. Ia pun dipaksa untuk membuka buku atau artikel untuk memperoleh inspirasi, dipaksa untuk mencari diksi (pilihan kata) yang tepatgar tulisannya tak hanya menggunakan kata yang itu-itu saja. Di awal pikirannya kan terus “dipaksa” serta hal hal lainnya.
Namun keterpaksaannya ini bukanlah segalanya. Lambat laun ia akan berubah mrnjadi kebiasaan sehingga ia akan merasa enjoy saat melakukannya meski hal terdsebut dilakukan secara berulang. Jadilah aktivitas produktif
Nah, itulah sedikit contoh keterpaksaan yang produktif.

 

Majalengka, 09 Agustus 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s